banner 728x250
Berita  

Dalam Balutan Hitam, Diklat PERSISMA Regenerasi Nilai dan Tanggung Jawab

SMAN 5 Bandar Lampung, Sabtu pagi, 31 Januari 2026, tak lagi sekadar ruang upacara. Sejak pukul 07.30 WIB, suasana berubah menjadi ruang belajar nilai dan tanggung jawab ketika Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PERSISMA resmi digelar.

banner 120x600

Literasiruwajurai.com: SMAN 5 Bandar Lampung, Sabtu pagi, 31 Januari 2026, tak lagi sekadar ruang upacara. Sejak pukul 07.30 WIB, suasana berubah menjadi ruang belajar nilai dan tanggung jawab ketika Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PERSISMA resmi digelar.

Para peserta hadir dengan balutan pakaian hitam—simbol ketegasan, keberanian, dan integritas yang diharapkan melekat pada setiap anggota pers sekolah. Di sinilah nilai kedisiplinan, etika, dan komitmen ditanamkan sejak dini.

Diklat PERSISMA merupakan kegiatan wajib sekaligus momen pelantikan resmi anggota. Diklat menjadi titik penting regenerasi organisasi, ketika kepengurusan lama slmenyerahkan estafet tanggung jawab kepada kepengurusan baru.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pengondisian peserta yang berlangsung tertib dan terarah. Barisan rapi mencerminkan kesiapan mental untuk berproses bersama. Pembagian kelompok melatih kerja sama dan komunikasi, dua kemampuan dasar dalam dunia jurnalistik.

Kegiatan pembukaan dilaksanakan secara khidmat, dilanjutkan doa yang dipimpin oleh Adji sebagai pengingat bahwa setiap proses membutuhkan kesungguhan dan tanggung jawab.

Momen reflektif hadir saat Ketua Umum PERSISMA periode 2024–2025, Clara Puspa Hati, menyampaikan sambutan. Ia mengapresiasi proses yang telah dilalui anggota serta menitipkan harapan kepada kepengurusan baru. Sambutan tersebut bukan hanya pesan perpisahan, melainkan dorongan moral agar PERSISMA terus berkembang, solid, dan berdaya saing.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengecekan perlengkapan, senam bersama, serta sesi pos pencarian badge. Melalui rangkaian ini, peserta diuji ketahanan fisik, strategi, dan kekompakan. Setiap tantangan menuntut kerja sama serta daya pikir kritis—gambaran sederhana dari dinamika dunia pers yang menuntut kesiapan bekerja di bawah tekanan.

Badge yang diperoleh menjadi simbol proses belajar, bukan sekadar tanda keberhasilan.
Menjelang penutupan, suasana berubah khidmat. Seluruh anggota berdiri mengikuti prosesi penyerahan jabatan dan pengucapan sumpah.

Dalam momen tersebut, bendera PERSISMA diserahkan dari Ketua Umum periode 2024–2025 kepada Ketua Umum periode 2025–2026, Alexandria Avinka Sasikirana. Estafet kepemimpinan itu menjadi penanda bahwa regenerasi tidak hanya soal pergantian posisi, tetapi juga keberlanjutan nilai.

Diklat PERSISMA hari itu menjadi lebih dari rangkaian kegiatan dari pagi hingga siang. Dari halaman sekolah, para anggota belajar bahwa menjadi pers sekolah berarti siap bertanggung jawab atas setiap kata, sikap, dan keputusan. Melalui proses ini, PERSISMA menegaskan arah: terus bertumbuh, menjaga idealisme, dan melangkah menuju masa depan yang lebih matang serta membanggakan. (*)

Penulis: Alexandria Avinka Sasikirana
SMAN 5 Bandar Lampung