Satu kelas 12 TKJ (Teknik Komputer Jaringan) di SMKN 1 Tulangbawang Tengah (TBT) sontak heboh saat diumumkan akan diadakan kembali Tes Kemampuan Akademik (TKA). Rencana ini terkait pasca beralihnya kurikulum merdeka yang sedang menjadi perbincangan hangat publik.
(Literasiruwajurai.com): Menurut para siswa rencana tersebut terlalu mendadak, seperti tahu bulat yang digoreng dadakan saat akan dijual. Anak-anak kelas 12 merasa di gonjang-ganjing karena setelah pulang dari PKL (Praktek Kerja Lapangan) mereka harus segera bersiap mengikuti TKA.
Memang ini bersifat tidak wajib. Tapi TKA diadakan untuk memvalidasi atau membantu nilai rapor, sehingga dapat membantu masuk ke perguruan tinggi dengan jalur SNBP ataupun SNBT.
Namun ada juga siswa yang mengikuti tes ini dengan motivasi berbeda-beda. Selain ingin lanjut ke perguruan tinggi, ada juga yang bermaksud antisipasi untuk dijadikan sebagai syarat melamar kerja dan lain sebagainya.
Yang membuat heboh dan bingung adalah saat memilih mata pelajaran yang akan diambil yaitu diluar dari 3 mata pelajaran wajib. Banyak siswa terkecoh karena ada beberapa mata pelajaran (mapel) yang tidak ada di sekolah atau yang dipelajari.
Contohnya, ada beberapa siswa yang ingin memilih mata pelajaran sesuai dengan jurusan kuliahnya nanti, namun mata pelajaran itu tidak diajarkan di sekolah. Sebab pelajaran di SMK lebih mengarah dan fokus pada kejurusannya masing masing. Hal itulah yang membuat siswa kelas 12 menjadi heboh tidak karuan.
“TKA memang benar untuk memvalidasi nilai rapor maka kami arahkan kepada siswa untuk memilih mata pelajaran yang ada di sekolah. Kalau merasa lemah pada mapel tertentu maka dapat divalidasi dengan nilai TKA,” terang Bapak Anang RudiantoS.Kom yang merupakan wali kelas 12 TKJ 2, Jumat (12/9/2025).
Setelah mendengarkan pencerahan dan penjelesan tersebut sebagian siswa sudah sedikit tenang dan mulai kondusif.
“Tetapi jika kalian sanggup dan bersedia memilih mapel yang ingin kalian tuju di perguruan nanti, ya tak apa. Pelajari dan pahami dengan bersungguh sungguh,” tambahnya.
Pembahasan tentang TKA juga disampaikan guru lain. “Awalnya saya sempat bingung mengapa materi TKA tingkat SMA disamakan dengan SMK. Dimana siswa SMK harus mengejar materi yang berbeda yang dipelajari oleh anak SMA. Namun saya berharap bapak ibu guru di sini bersedia membantu anak anak untuk melaksanakan TKA,” kata Nurul Azizah S.Pd.Si, salah satu guru pada Sabtu (13/9/2025).
Beranjak dari hal ini, siswa-siswi SMKN 1 TBT segera mengambil langkah. Caranya dengan memilih mata pelajaran sesuai prinsipnya masing-masing. Ada yang memilih sesuai mapel yang dipelajari di sekolah. Tapi ada juga yang memilih mapel yang sesuai dengan syarat dari perguruan tinggi yang akan dituju, walaupun tidak ada mapel-nya di sekolah.
“Kalau saya memilih mapel matematika tingkat lanjut yang tidak dipelajari di sekolah, setidaknya saya sudah tau dasarnya ketika nanti mengikuti Tes SNBT saat SNBP. Soal belajar, bisa dimana saja, tidak selalu harus di sekolah,” kata Citra salah satu siswi kelas 12.
Sementara Riska, juga kelas 12, punya pertimbangan berbeda. “Kalau saya akan memilih mapel yang diarahkan guru yaitu yang memang dipelajari di sekolah. Maksudnya supaya dapat membantu memvalidasi nilai di rapor. Karena TKA kan bukan penentu lolosnya SNBP.
Lagian saya masih bisa ikut SNBT nanti. Sekarang yang terpenting adalah saya harus belajar dengan matang untuk TKA ini. Baru nanti fokus ke ujian lain,” terang Riska.(*)

(Penulis: Riska Septi Ardiani, SMKN 1 Tulangbawang Tengah)










