banner 728x250
Berita  

BGTK Kunjungi Perpustakaan SMKN 3 Bandarlampung

banner 120x600

Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), mengunjungi perpustakaan SMK Negeri 3 Bandar Lampung. Tujuannya guna berbagi praktik baik di bidang pendidikan.

(Literasiruwajurai.com): Selain itu aktivitas ini juga dimaksudkan untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat informasi dan literasi yang mendukung pembelajaran siswa dan guru.

Melalui kunjungan ini, BGTK akan berbagi pengalaman, strategi, dan inovasi dalam pengelolaan perpustakaan sekolah agar dapat lebih optimal dalam mendukung kurikulum dan pengembangan kompetensi peserta didik.

Lembaga BGTK juga menunjuk perpustakaan SMKN 3 untuk menjadi mentor berbagi praktik baik tersebut. Pada kesempatan tersebut turut menyambut Kepala sekolah Bapak Dr. Elen Eduan, S.Pd., M,Pd. dan Ibu Dyah Elisa Kusumawardani, S.Pd., selaku Kepala Perpustakaan sekaligus ditunjuk untuk menjadi mentor.

Dalam kunjungan selama 3 jam itu, dibahas banyak hal tentang buku, kemajuan literasi, pengelolaan perpustakaan, dan hal edukatif lainnya.

”Meskipun di era sekarang marak yang namanya digitalisasi, dimana semua bisa diakses secara digital, bahkan e-book pun bertebaran, namun keberadaan buku manual tidak bisa digantikan dengan digital, karena digital pasti memiliki gangguan. Gangguan tersebut antara lain bisa berupa iklan yang lewat yang membuat fokus berpindah, maupun gangguan jaringan yang membuat aksesnya terhambat. Jadi buku tidak bisa diganti dengan digital” ujar Ibu Dyah, Rabu (15 Oktober 2025).

Guru yang juga mengampu mata pelajaran Bahasa Prancis ini menambahkan, buku fisik tetap lebih nyaman untuk kesehatan mata, terutama untuk sesi membaca yang panjang.

Kunjungan BGTK menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran strategis perpustakaan dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antarlembaga, tetapi juga menjadi ajang berbagi pengetahuan, pengalaman, serta strategi pengelolaan perpustakaan yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Harapannya, melalui pelatihan dan kolaborasi ini, perpustakaan sekolah tidak lagi dipandang sebagai ruang sunyi yang terlupakan, melainkan pula menjadi pusat literasi aktif yang terus hidup dan berkembang, memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.

”Terimakasih karena SMK Negeri 3 sudah menyambut kami dengan hangat, dan sudah memberikan inspirasi kepada kami semua. Tentang bagaimana membuat mading agar anak-anak terbiasa menulis, membiasakan membaca 15 menit sebelum pelajaran, dan banyak hal lainnya,” kata salah satu peserta diklat dari BGTK, ibu Ecca Rahma Wati dari SD Negeri 1 Campang Tiga. (*)


(Penulis: Yoga Anaya Prakasa, kelas XI Perhotelan 2 SMKN 3 Bandarlampung)