Pembangunan Masjid Jamiatussolihin di Desa Terbanggi Mulya, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, kini menjadi perhatian masyarakat setempat.
(Literasiruwajurai.com): Masjid yang berdiri di atas tanah wakaf itu mendapat bantuan pendanaan dari yayasan asal Timur Tengah melalui program Kiswah.
Bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan berupa material bangunan seperti semen, besi, dan batu bata.
Semua material disalurkan langsung melalui toko-toko penyedia bahan bangunan yang telah bekerja sama dengan pihak yayasan. Skema pendanaan dilakukan secara kemitraan antara pihak yayasan dan masyarakat setempat.
“Kalau dari donatur bantu material. Kami warga di sini tenaga. Ada juga sebagian yang bantu bahan tambahan,” terang Khusnan, Kepala Dusun sekaligus Panitia Pembangunan Masjid Jamiatussolihin, Selasa (14 Oktober 2025).
Menurut Khusnan, kerja sama tersebut berawal dari tawaran salah satu pihak di Kota Metro yang menghubungkan panitia pembangunan masjid dengan yayasan asal Timur Tengah. Setelah dilakukan verifikasi dan pengajuan proposal, pihak yayasan menyetujui pembangunan masjid dengan skema bantuan material.
Khusnan menambahkan, tanah lokasi pembangunan masjid telah berstatus wakaf, sehingga memenuhi syarat utama dari pihak donatur. Selain itu, masyarakat juga harus menunjukkan komitmen untuk ikut terlibat dalam proses pembangunan, baik melalui tenaga, waktu, maupun sebagian dana pendamping.
Setiap tahap pembangunan, lanjutnya, wajib dilaporkan kepada pihak yayasan. Proses pelaporan dilakukan mulai dari pembangunan fondasi, pemasangan dinding, hingga tahap akhir seperti pengecoran slab dan pemasangan plafon. Laporan dikirim dalam bentuk foto serta dokumen kemajuan proyek yang diverifikasi oleh kantor perwakilan yayasan di Kalianda.
Kantor Kiswah di Kalianda berperan penting dalam pengawasan proyek. Mereka rutin melakukan kunjungan ke lapangan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar dan waktu yang ditetapkan.
Hingga saat ini, pembangunan masjid berukuran 18×16 meter itu telah memasuki tahap pengecoran slab. Dana tahap pertama senilai Rp35 juta telah dicairkan, sementara pencairan tahap kedua sedang menunggu proses administrasi.
Khusnan menegaskan, bantuan dari Timur Tengah tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan aliran, golongan, ataupun kepentingan tertentu. Ia memastikan program Kiswah murni bertujuan membantu pembangunan fasilitas ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Selain itu, pihak yayasan juga menerapkan sistem tenggat waktu pembangunan selama enam bulan. Jika dalam periode tersebut pembangunan belum selesai, panitia dapat mengajukan perpanjangan waktu dengan alasan yang jelas. Meski begitu, Khusnan mengaku optimistis target itu bisa tercapai dengan dukungan masyarakat.
Pembangunan Masjid Jamiatussolihin disambut antusias oleh warga sekitar. Masjid ini nantinya diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Desa Terbanggi Mulya. (*)

(Penulis: Azril Fadillah Salim, SMAN 1 Seputih Mataram)










