Peringatan Hari Pahlawan di SMAN 1 Gunung Terang mencerminkan semangat persatuan. Upacara yang digelar melibatkan perwakilan dari sekolah lain, serta sejumlah organisasi kepemudaan.
(Literasiruwajurai.com): Sejak pagi, halaman sekolah telah dipadati siswa dan tamu yang mengenakan kostum bertema pahlawan. Upacara kali ini terasa penuh semangat nasionalisme.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni dari para siswa maupun tamu undangan. Sejumlah sekolah yang hadir menampilkan ragam pertunjukan. Mulai dari persembahan tari kolosal, hingga penampilan seni bela diri yang membangkitkan kembali jiwa cinta budaya Indonesia.
Setiap pertunjukan mendapatkan tepuk tangan meriah dari para penonton yang memenuhi tribun. Salah satu penampilan yang paling menarik perhatian adalah drama kolosal bertema “Perjuangan Pahlawan di Surabaya”. Drama perjuangan ini dibawakan oleh ekstrakurikuler rohani Islam SMAN 1 Gunung Terang.

Drama tersebut menggambarkan peristiwa heroik 10 November 1945, termasuk semangat rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan. Adegan-adegan tegang pertempuran, keberanian pemuda, serta pengorbanan para pahlawan sukses membuat penonton terhanyut dan memberikan apresiasi meriah.
Drama ini menggambarkan momen-momen penting pertempuran, termasuk keberanian arek-arek Surabaya dan semangat tak kenal menyerah yang menjadi simbol perjuangan. Adegan-adegan tegang, lantunan musik dramatis, hingga penggambaran suasana pertempuran membuat penonton terbawa suasana.
Penampilan ini menjadi salah satu bagian paling ditunggu dari keseluruhan rangkaian acara. Menjelang penutupan, panitia mengajak seluruh peserta untuk sejenak melakukan hening cipta sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur.
Setelah itu, acara ditutup dengan penampilan spektakuler dari organisasi silat yang hadir. Para pesilat mempersembahkandemonstrasi jurus, tangkisan, hingga simulasi bela diri yang memukau. Gerakan cepat, penuh konsentrasi, dan penuh energi menjadi penutup sempurna yang mencerminkan keberanian serta kekuatan karakter generasi muda.

Peringatan Hari Pahlawan di SMAN 1 Gunung Terang tahun ini menjadi lebih dari sekadar rangkaian acara, ia menjadi momen pengingat bahwa semangat para pahlawan tidak boleh berhenti pada cerita sejarah semata.
Naysila Zaskia Vega, salas seorang siswi mengaku sangat kagum dengan berbagai pertunjukan. “Peringatan Hari Pahlawan-nya jadi lebih berkesan, akunya, Senin (10 November 2025).
Sedangkan siswi lainnya, Dea Rachmadiana, merasa kagum dengan semangat para pahlawan. “Tadi waktu lihat pertunjukkan, sempat terpikir. Kalau lihat dramanya aja sudah kebawa sama ceritanya.
Bagaimana kenyataannya waktu itu. Waktu para pahlawan benar-benar perang dengan penjajah. Jadi kepikir, begitu berani dan rela berkorban pejuang kita,” ucapnya menunjukkan kekagumannya pada jasa pahlawan.(*)

(Penulis: Herdia Tafana Esa Ayu Dita, SMAN 1 Gunung Terang)










