banner 728x250
Berita  

Muhadarah di SMAN Pulau Legundi, Menggembleng Jiwa Kepemimpinan Siswa

Suasana muhadarah terkesan aktif didukung pembawa acara yang komunikatif
banner 120x600

Kegiatan Muhadarah SMAN Pulau Legundi rutin digelar pada hari Jumat setiap 2 minggu sekali. Tujuannya untuk melatih mental, kepercayaan diri, dan kemampuan berbicara di depan umum.

(Literasiruwajurai.com): Seperti pelaksanaan sebelumnya, muhadarah Jum’at (21 November 2025) lalu dimulai pada pukul 13.30 WIB. Peserta audiensi siswa/i kelas X dan XI, sementara kelas XII menjadi petugas muhadarah. Sedangkan para guru berperan sebagai pembimbing dan pembina.

Ada 6 rangkaian acara dalam Muhadarah. Pada acara pertama diawali pengucapan lafaz basmalah, mengharap berkah dan ridho dari Allah SWT. Selanjutnya pembacaan silsilah Fatihah, biasanya silsilah Fatihah merujuk pada tawasul yang dimulai dengan membaca surah Al-fatihah dan dilanjutkan dengan menyebutkan orang-orang yang dituju, seperti Nabi Muhammad SAW. keluarganya dan para sahabat.

Lalu pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Biasanya ayat yang dibaca berupa ayat-ayat pendek (Surah Al-‘Alaq). Berikutnya yaitu pidato. Pada session ini peserta dilatih kemampuan untuk berbicara di depan khayalak.

Sebagai selingan, pada bagian akhir muhadarah ditampilkan  qasidahan. Selanjutnya para pembimbing mengevaluasi pelaksanaan muhadarah. Peserta dikoreksi pada bagian-bagian yang masih dianggap perlu diperbaiki. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

Saat dimintai pendapatnya, peserta audiens mengaku sangat bermanfaat mengikuti muhadarah. Kegiatan ini dianggap sebagai pembelajaran.

Petugas muhadarah dilatih percaya dan bertanggung jawab.

Sementara bagi pelaksana tugas, pelaksanaan muhadarah menjadi ajang pembuktian diri. “Saya jadi bisa menampilkan kemampuan sekaligus belajar. Termasuk belajar dari hasil evaluasi dari para guru,” jelas Mayli Natasya dari kelas XII.2.

Sementara bagi M. Yoga Pratama, peserta dari kelas X, muhadarah menjadi hal baru buatnya. “Waktu di SMP tidak ada kegiatan seperti ini. Nah, saat mengikuti muhadarah ini saya jadi bisa belajar bicara di depan orang ramai,” ungkapnya seraya tersenyum.

Kegiatan Muhadarah ini di bawah pembinaan langsung Agustiansyah. Selaku pembina muhadarah dirinya kerap menyampaikan materi dan arahan serta motivasi.

“Kegiatan ini bukan sekedar melatih kepercayaan diri saja, melainkan juga sebagai wadah untuk membentuk karakter dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan bagi pelajar di SMAN Pulau Legundi” terangnya. (*)


(Penulis: Septi Puspita Sari, SMAN Pulau Legundi, Pesawaran)