Literasiruwajurai.com – Nuansa Ramadan 1447 H saat terasa di sekitar SMAN 1 Bandarlampung (SMANSA Balam), Selasa (10/3/2026) sore. Puluhan alumni lintas generasi— angkatan 1972-2026 — berbagi kebahagiaan di Bulan Suci Ramadan.
Melalui kegiatan berbagi takjil season ke-3, sebanyak 5.200 paket takjil dikumpulkan dari donasi para alumni. Angka simbol ikatan kekeluargaan yang tetap hangat meski telah lama menanggalkan seragam putih abu-abu.

Kehangatan di Sekolah
Dengan balutan kemeja putih rapi, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMANSA, Drs. Yudha Sofyan Hasan turun langsung menyapa warga. Ia menjabat erat tangan seorang ibu dengan senyum tulus.
Dari tangan kirinya, sebuah bungkusan takjil berwarna hijau diserahkan—sederhana, namun sarat makna tentang kepedulian dan kebersamaan. Sorot matanya memancarkan kesungguhan untuk menjaga tradisi kebaikan ini tetap hidup dari tahun ke tahun.
“Semoga agenda tahunan ini bermanfaat bagi kita semua. Insyaallah, tahun depan dukungan takjilnya bisa lebih banyak lagi agar jangkauan kebaikan kita semakin luas,” ujar Yudha di sela-sela kegiatan pembagian takjil.
Kehangatan serupa juga ditunjukkan Kepala SMAN 1 Bandar Lampung, Suharto. Mengenakan seragam dinas cokelat lengkap dengan peci hitam, ia tampak berbaur akrab bersama para alumni dan warga penerima manfaat.
Dengan penuh rasa syukur, Suharto menyerahkan paket takjil kepada seorang warga. Senyum di wajahnya menyiratkan kebanggaan terhadap para alumni yang tidak pernah melupakan akar pendidikan mereka.
“Terima kasih kepada para alumni. Dengan rasa cinta mereka kepada sekolah, kegiatan sosial ini bisa terus terlaksana. Semoga IKA SMANSA semakin solid ke depannya,” ujar Suharto dengan nada haru.

Menyisir Jalanan hingga Panti Asuhan
Semangat berbagi itu tidak berhenti di depan pagar sekolah. Ribuan paket takjil kemudian disalurkan ke berbagai titik, antara lain: Warga sekitar sekolah, panti asuhan, Tugu Adipura, menyasar pengendara dan para pekerja jalanan yang masih berjuang mencari rezeki menjelang waktu berbuka.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ikatan alumni SMAN 1 Bandarlampung tidak hanya hidup dalam kenangan masa sekolah, tetapi juga dalam kepedulian nyata kepada masyarakat.
Melalui bungkusan takjil hijau yang sederhana, mereka menyampaikan pesan yang dalam: sejauh apa pun langkah kaki melangkah, jalan pulang yang paling indah adalah jalan yang membawa manfaat bagi sesama.(Rls/Agoes).










