Kegiatan mengaji TPA Al-Qoshos rutin dilaksanakan setiap hari, kecuali Sabtu. Selain membaca Al-Quran, di sini juga diajarkan pengetahuan tentang Islam. Hal menarik lainnya, ada 7 siswa SMAN Pulau Legundi yang terlibat aktif di dalamnya. Sungguh, kehidupan di pulau yang dikelilingi lautan makin syahdu mendengar anak-anak melantunkan ayat-ayat suci.
(Literasiruwajurai.com): Pengajian di TPA Al-Qoshos dimulai pada pukul 16.00 WIB. Tujuh siswa SMAN Pulau Legundi yang membantu mengajar di sana diizinkan menerapkan cara pengajaran yang agak berbeda. Yakni pembelajaran melalui lagu Hijaiyah. Tujuannya, memberi variasi yang menarik dalam belajar namun tetap pada koridor keislaman.
Secara umum Ada 3 rangkaian dalam pengajian. Pertama, anak-anak mengaji secara bergantian. Tujuannya agar anak-anak dapat belajar disiplin dan tertib.
Selanjutnya bernyanyi sambil menghafal huruf Hijaiyah bagi anak-anak yang masih iqra. Sedangkan anak-anak yang sudah Al-Qur’an belajar untuk mengenal bacaan tajwid serta bacaan lainnya dalam Al-Qur’an.
Tentu posisi kedua kelompok tadi di pisah, supaya anak-anak dapat belajar sesuai poksinya masing-masing.

Pengajian ditutup dengan bersholawat dan berdoa yang dilakukan secara bersama-sama, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.
Saat dimintai pendapatnya anak-anak di TPA Al-Qoshos mengaku senang diajar mengaji dengan pola seperti itu. “Suka. Jadi lebih semangat,” ungkap salah seorang anak peserta pengajian, Selasa (6 Januari 2026).
Sementara bagi siswa SMAN Pulau Legundi yang mengajar di TPA Al-Qoshos, aktivitas ini menjadi ajang pembuktian diri. “Saya jadi bisa berbagi ilmu dengan adik-adik di sini, sekaligus saya juga bisa belajar,” terang Fani Febriana yang merupakan alumnus dari TPA Al-Qoshos.
Dijelaskan oleh M. Hasan, selaku guru pengajian TPA Al-Qoshos, kegiatan mengaji di tempatnya bukan sekedar membaca Alqur’an. Melainkan juga untuk membentuk generasi muda yang memiliki iman dan ketaqwaan.
“Kita bekali para generasi muda ini cara membaca dan menulis Al-Quran. Kita juga sampaikan pengetahuan keislaman lainnya sebagai bekal masa depan anak-anak di Pulau Legundi ini,” terangnya.
Dirinya juga mengapresiasi kontribusi ketujuh siswa dari SMAN Pulau Legundi yang aktif membantu pengajaran di TPA Al-Qoshos.
“Kebetulan rumah mereka di sekitar sini. Mereka juga pernah mengaji di sini. Sekarang mereka bantu membimbing anak-anak lainnya. Kami ucapkan terima kasih atas keikhlasan para siswa itu yang sudah menu membantu dengan meluangkan waktu untuk TPA Al-Qoshos,” pungkas M. Hasan.(*)











