Gelap tanda awal melangkahkan kaki ke bumi
Murni, bersih, tanpa sehelai benang menguntai pada dunia literasi
Ku berlari menuju uluran tangan yang tulus tuk menggapai mimpi
Lembut dan hangat membelai pengetahuan yang semakin terisi
Senyuman indah setiap pagi ku lihat di balik gerbang sekolahku
Sapaan hangat menyejukkan pikiran yang sempat kacau kala itu
Perlahan mereka pupukkan benih pengetahuan pada bumiputra
Dengan penuh harap menjadi kebanggaan negara
Apakah kalian tahu siapa dia?
Ya, dia guruku
Manusia yang selama ini kita abaikan perintahnya
Manusia yang tak pernah mundur meskipun tak kita anggap jasanya
Mengabaikan energi yang terkuras demi wujudkan pelita bangsa
Mengabaikan kepentingan pribadi demi mengabdi pada ibu Pertiwi
Tapi apa balasan dari kita hai putra bangsa?
Hanya cibiran bibir untuk menyampaikan isi hati
Maaf Pak …..
Maaf Bu …..
Maafkan kami yang tak tahu diri ini
Maafkan kami yang tak pandai bersyukur
Berikan kami kesempatan untuk mengindahkan perintahmu
Berikan kami kesempatan untuk mengembalikan martabat guru
Kami bersaksi bahwa tak ada manusia sukses tanpa peran seorang guru
Dan kami bersaksi bahwa guru menjadi pilar utama dalam membangun bangsa.(*)

(Karya: Widya Tri Astuti, pendidik di SMAN 5 Bandar Lampung)




