Sebanyak 48 peserta dari SMAN 1 Gunung Terang dan 25 peserta SMKN 1 Gunung Agung, turut berpartisipasi pada kegiatan tapak tilas dengan menempuh jarak 25 kilometer.
(Literasiruwajurai.com): Acara ini menghabiskan waktu cukup lama. Sampai dua hari satu malam. Sejak Sabtu hingga Minggu (13-14 September).
Tapak tilas merupakan momentum yang dinantikan Penegak Bantara untuk memperoleh Wings Pramuka. Kegiatan berjalan secara berkelompok dan menempuh jarak tertentu, dimaksudkan untuk meningkatkan jiwa patriotisme, serta menumbuhkan karakter pantang menyerah serta semangat kebersamaan.
Pada Sabtu pukul 08.00 WIB peserta memulai perjalanan dari Tiyuh Toto Mulyo ke Mulyo Jadi. Rombongan sempat beristirahat sejenak di Balai Desa Setia Bumi.

”Walau lelah dan hari makin siang dan panas, tapi semangat tak boleh hilang. Justru di sini solidaritas peserta diuji,” kata Rayhan Maulana, selaku Pradana SMAN 1 Gunung Terang.
Setelah beristirahat dan melangsungkan salat berjamaah, perjalanan kembali diteruskan. Di perjalanan tidak sedikit peserta yang terlihat sangat kelelahan. Bahkan, beberapa di antaranya mengaku kqlau kakinya sudah terasa kebas dan tulang di badannya seperti remuk.
Berbekal semangat akhirnya para peserta berhasil menampakkan kaki di SMANSA 1 Gunung Terang. Perasaan bahagia menyelimuti semuanya, mereka bersama sama mengucapkan ” Alhamdulillah.”
Ketika malam tiba, dilaksanakan upacara yang diikuti seluruh peserta. Suasana malam yang tenang dirasakan oleh para pramuka menambah rasa syukur dan khidmat.
”Selamat malam, ada pepatah tak kenal maka tak sayang, saya berharap kita semua bisa saling mengenal dan akrab dengan adanya kegiatan ini.” ucap Niken Oktavia yang merupakan krani SMKN 1 Gunung Terang.

Aktivitas malam lalu dihentikan ketika waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB. Karena peserta harus beristirahat. Keesokannya, sekitar jam 5 pagi, peserta memulai kegiatan dengan senam pagi. Lingkungan hijau nan asri, berpadu dengan tawa dan semangat peserta menjadikan pagi itu kian indah serta penuh keceriaan.
Hingga momen mengharukan itu akhirnya tiba. Di lapangan basket seluruh peserta dikumpulkan untuk menjalani prosesi mengharukan yakni penyematan wings.
”Anak-anak yang saya banggakan, melalui kegiatan ini saya berharap kalian bisa merasakan beratnya perjuangan para pahlawan. Semoga penyematan ini menjadi motivasi untuk kita agar semakin kreatif dan inovatif,” ujar Muhammad Arifin, selaku Pembina Pramuka SMAN 1 Gunung Terang.
Di penghujung kegiatan dilakukan sesi foto bersama dan beramai-ramai menyanyikan sayonara, momentum ini cukup membekas bagi peserta tapak tilas.(*)

(Penulis: Ameliasari, SMAN 1 Gunung Terang)










