banner 728x250
Berita  

Siswa SMAN 1 Batu Putih Tonton Bareng Film G30S/PKI

banner 120x600

Ratusan siswa SMAN 1 Batu Putih, Tulang Bawang Barat, antusias mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI yang diselenggarakan di salah satu ruang kelas, Senin (30/9).

(Literasiruwajurai.com): Kegiatan nobar yang rutin digelar setiap menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai sejarah kebangsaan dan memperkuat pemahaman siswa tentang bahaya ideologi terlarang.

Terlihat dalam suasana nobar, para siswa duduk lesehan dengan tertib, terfokus pada layar proyektor yang menampilkan adegan-adegan penting dari film berdurasi panjang tersebut. Sebagian besar siswa, yang merupakan generasi Z, baru pertama kali menyaksikan film yang menjadi bagian penting dari sejarah kelam Indonesia.

Dalam sambutannya Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Tri Ningsih, menyatakan bahwa nobar ini adalah bagian dari upaya edukasi.

“Kami ingin anak-anak kita, para penerus bangsa, tidak hanya sekadar menghafal tanggal dan nama, tetapi juga meresapi makna dan pelajaran dari peristiwa Gerakan 30 September,” ujarnya.

“Film ini menjadi media visual yang kuat untuk mengajarkan tentang kesetiaan pada Pancasila dan persatuan bangsa,” kata Ibu Tri.

Salah seorang siswi kelas XI, Bunga (16), mengaku terkesan dan sedih setelah menonton film tersebut. “Filmnya cukup menegangkan dan menyedihkan. Saya jadi lebih mengerti bahwa para pahlawan revolusi itu gugur demi mempertahankan ideologi bangsa,” kata Bunga. “Ini pelajaran berharga agar kita selalu menjaga persatuan dan tidak mudah terpecah belah.”

Senada dengan itu, siswa lain, Doni (17), berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar pemahaman sejarah tidak terputus di kalangan generasi muda.

Setelah pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi singkat dan refleksi yang dipandu oleh guru mata pelajaran sejarah. Diskusi ini bertujuan untuk memastikan siswa memahami konteks sejarah dan memetik nilai-nilai moral dari tragedi tersebut, sehingga mereka dapat menjadi warga negara yang kritis dan mencintai tanah air.(*)

(Penulis: Ahmad Norma Ginanjar, kelas X1 SMANSA Batu Putih)