Jumat (29 Agustus 2025) pagi halaman SMAN 1 Seputih Mataram tampak berbeda. Tidak ada lagi kantong plastik bertebaran di sudut-sudut kelas maupun di area kantin.
(Literasiruwajurai.com): Para siswa dengan santai membawa totebag berwarna-warni, sementara aroma makanan yang dibungkus kertas nasi memenuhi udara. Suasana bersih dan rapi
itu merupakan hasil dari sebuah gerakan yang diberi nama “GEMINI SIMPATIK” atau Gerakan Meminimalisir Setiap Sampah Plastik.
Program ini lahir dari kepedulian sekolah terhadap masalah lingkungan, khususnya pemanasan global yang salah satunya disebabkan oleh penumpukan sampah plastik. Melalui Gemini Simpatik, sekolah menetapkan tiga aturan utama.
Pertama, setiap siswa diwajibkan membawa totebag atau tas kain sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai. Kedua, kantin sekolah tidak lagi menggunakan plastik sebagai wadah makanan, melainkan menyediakan kertas nasi, sementara siswa juga dianjurkan membawa kotak makanan atau tumbler dari rumah.
Ketiga, apabila membeli air mineral, maka botol plastik bekas air mineral tersebut dikumpulkan secara rutin untuk kemudian dijual kepada pengepul. Hasil penjualannya dibagi dua antara koperasi sekolah dan kas kelas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama.
Melalui program ini, Bapak Susanto S.Pd., salah satu pembina sekolah menyampaikan harapannya agar program ini menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
“Semoga dengan adanya program Gemini Simpatik, kita dapat meminimalisasi dan mengurangi sampah plastik yang selama ini dianggap sebagai salah satu faktor pencetus pemanasan global,” ujarnya.
Kini, program Gemini Simpatik telah menunjukkan hasil yang membanggakan. Di SMAN 1 Seputih Mataram, hampir tidak ada lagi sampah plastik yang ditemukan di lingkungan sekolah. Lebih dari sekadar aturan, Gemini Simpatik menjadi budaya baru yang menanamkan kebiasaan ramah lingkungan pada generasi muda.(*)

(Penulis: Heni Herawaty, SMAN 1 Seputih Mataram)










